MEDIA CENTER BANJARBARU – Kelurahan Guntung Paikat menghadirkan inovasi sosial-lingkungan yang manfaatnya menyentuh langsung ke masyarakat.

Melalui program GAPAI BERKAH (Guntung Paikat Bersedekah Sampah), tumpukan sampah yang biasanya menjadi beban lingkungan kini diubah menjadi bantuan sembako bagi warga kurang mampu dan jembatan masa depan bagi anak-anak yang putus sekolah.

Inovasi ini diinisiasi oleh Ketua TP PKK Kelurahan Guntung Paikat, Winda Sari, sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus penguatan jaring pengaman sosial di wilayahnya.

Winda Sari menjelaskan bahwa GAPAI BERKAH lahir dari keinginan untuk mengubah pola pikir masyarakat dalam memandang sampah.

“Kami ingin masyarakat tidak lagi melihat sampah hanya sebagai limbah, tetapi sebagai sumber kebaikan. Dengan memilah sampah anorganik seperti botol plastik dan kertas sejak dari rumah, warga sebenarnya sedang menabung berkah untuk membantu tetangganya yang membutuhkan,” ujar Winda Sari, Sabtu (02/05/2026).

Lebih lanjut, Winda Sari memaparkan empat tujuan utama yang ingin dicapai melalui GAPAI BERKAH:

1. Peningkatan Kesadaran: Mengajak masyarakat menyadari pentingnya pemilahan sampah mulai dari sumbernya (rumah tangga).

2. Kelestarian Lingkungan: Secara nyata mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

3. Partisipasi Aktif: Menumbuhkan semangat gotong royong warga dalam kegiatan sosial berbasis lingkungan.

4. Solusi Ekonomi: Meringankan beban warga kurang mampu melalui pembagian sembako dan bantuan tepat sasaran lainnya.

Lurah Guntung Paikat, Reza Pahlevi, sangat mengapresiasi langkah TP PKK ini. Ia menyebutkan bahwa GAPAI BERKAH merupakan pelengkap sempurna bagi inovasi Kelurahan Guntung Paikat, yaitu LUMRAH, terutama dalam hal penyaluran bantuan langsung yang bersifat mendesak.

Kolaborasi Nyata: Dari Sampah untuk Pendidikan

Keberhasilan program ini terbukti nyata saat Lurah Guntung Paikat mendapat laporan mengenai seorang anak di Guntung Paikat yang putus sekolah karena harus membantu orang tuanya berjualan kerupuk keliling. Lurah Reza Pahlevi segera melakukan pendekatan personal dan mengajak orang tua dan anak tersebut berdiskusi di kantor kelurahan.

“Alhamdulillah, melalui diskusi yang hangat, anak memiliki kemauan kuat untuk sekolah lagi dan orang tuanya sangat mendukung. Kami langsung dampingi proses administrasinya ke sekolah,” ungkap Reza.

Menanggapi kebutuhan mendesak anak tersebut, kolaborasi dilakukan. TP PKK bersama Lurah Reza Pahlevi mengunjungi rumah anak tersebut. Dari dana yang dikelola melalui program GAPAI BERKAH, TP PKK menyalurkan bantuan sembako, sementara Lurah secara pribadi memberikan perlengkapan sekolah berupa sepatu dan pakaian.

“Inilah esensi dari ‘Sampah Jadi Berkah’. Hasil penjualan sampah yang dikumpulkan para kader, pegawai kelurahan serta oleh warga ini akhirnya bisa dirasakan manfaatnya secara langsung oleh mereka yang membutuhkan, bahkan membantu seorang anak untuk kembali mengejar cita-citanya,” jelas Winda Sari.

Saat ini, gerakan GAPAI BERKAH terus dijalankan secara konsisten oleh kader PKK Kelurahan Guntung Paikat, dengan harapan dapat segera diikuti oleh seluruh warga Kelurahan Guntung Paikat secara luas. (Orz/MedCenBjb)

Leave a Reply

Your email address will not be published.