
MEDIA CENTER BANJARBARU – Dalam upaya memaksimalkan keberhasilan program kesehatan di masyarakat, Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru melalui Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektor.
Bertempat di Hotel Rodhita Banjarbaru pada hari Kamis (23/04/2026), kegiatan ini menjadi wadah strategis guna memperkuat sinergi dalam menangani ragam isu kesehatan di daerah.
Acara ini secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, dr. Juhai Triyanti Agustina, M.M.Kes. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi dalam menghadapi tantangan kesehatan.
“Kami berharap Rakor Bidang P2P ini dapat menjadi ajang koordinasi yang efektif untuk membedah berbagai kendala yang dihadapi di lapangan, sekaligus mencari solusi bersama secara sinergis antar sektor,” harapnya.
Tujuan utama dari kegiatan ini adalah meningkatkan koordinasi dan kolaborasi lintas sektor demi tercapainya target keberhasilan program pencegahan dan pengendalian penyakit.

Rakor ini menyoroti tiga fokus bahasan utama yang sangat krusial, yaitu:
- Upaya meningkatkan angka kesembuhan pasien Tuberkulosis (TBC).
- Mitigasi Kejadian Luar Biasa (KLB) Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I).
- Upaya memperluas cakupan dan kesadaran skrining kanker leher rahim.
Guna memberikan wawasan komprehensif, panitia menghadirkan tiga narasumber ahli di bidangnya, antara lain dr. Normawati, Sp.P, Subsp.PKL, FISR dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), H.Nor Efendi, S.Kep, Ners, M.Epid mewakili Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, serta dr. Rita Ervina, Sp.PA dari Yayasan Kanker Indonesia (YKI).
Kegiatan ini terbukti mendapat respons positif dengan hadirnya 178 peserta dari berbagai instansi dan elemen masyarakat.
Peserta yang hadir meliputi perwakilan Bapperida, DP3APMP2KB, DKP3, Disdik, BBLKM, para Camat, Lurah, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Forum RT/RW, Tim Penggerak PKK, tenaga kesehatan Puskesmas, kader kesehatan, yayasan pena bulu hingga jajaran internal Dinkes Kota Banjarbaru.
Berlangsung dari pukul 10.30 hingga 16.30 WITA, dinamika rakor berjalan sangat hidup dan interaktif. Seluruh peserta tampak antusias berbagi pengalaman dan membahas secara tajam berbagai realita permasalahan di lapangan.
Diskusi mengerucut pada tantangan-tantangan riil, mulai dari strategi menghadapi penolakan imunisasi oleh sebagian kelompok masyarakat, hingga urusan teknis seperti melacak pasien pengobatan berkelanjutan (seperti TBC) yang kerap berpindah-pindah alamat.
Melalui Rakor Bidang P2P ini, Pemerintah Kota Banjarbaru berharap seluruh pemangku kepentingan, mulai dari tingkat dinas hingga jajaran RT/RW dan kader di akar rumput, dapat terus merapatkan barisan dan bergerak bersama dalam melindungi serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. (Orz/MedcenBjb)

Leave a Reply