Antisipasi Pohon Tumbang Saat Musim Hujan, DLH Banjarbaru Petakan 200 Titik Rawan

MEDIA CENTER BANJARBARU – Memasuki musim penghujan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarbaru mulai menggencarkan pemangkasan dan penebangan pohon tua yang berpotensi tumbang. Upaya ini dilakukan untuk menjaga keselamatan pengguna jalan dan masyarakat, terutama saat hujan disertai angin kencang.

Salah satu kegiatan pemangkasan berlangsung di kawasan Sungai Ulin, tepatnya di sekitar Balai Latihan Kerja (BLK) Banjarbaru. Sejumlah pohon di median jalan yang kondisinya mulai lapuk dipangkas dan ditebang. Pekerjaan di lokasi tersebut diperkirakan berlangsung selama satu minggu.

Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Kota Banjarbaru, Dr. M. Hafidhuddin Noor, SKM., M.S., mengatakan penanganan difokuskan pada pohon-pohon yang sudah tua dan lapuk, terutama yang berada di median jalan.

“Pohon-pohon tua kita pangkas dan rapikan. Kalau sudah lapuk, kita potong sampai habis karena kondisinya sudah tidak cocok lagi berada di median jalan,” ujarnya saat ditemui di lokasi kegiatan.

Hafidhuddin menyebutkan, DLH Banjarbaru telah memetakan sekitar 200 titik pohon yang berpotensi tumbang di seluruh wilayah kota. Titik-titik tersebut menjadi perhatian dan akan ditangani secara bertahap melalui kegiatan pemangkasan maupun penebangan sesuai kondisi dan tingkat kerawanannya.

Penanganan saat ini diprioritaskan pada pohon-pohon di sepanjang jalan protokol yang menjadi kewenangan pemerintah, seperti Jalan A. Yani dan Jalan Pangeran Suriansyah.

Meski demikian, warga yang menemukan pohon berpotensi membahayakan di lingkungan tempat tinggalnya juga dapat mengajukan permohonan pemangkasan kepada DLH.

“Kami mengimbau masyarakat, terutama di musim hujan ini, untuk memperhatikan kondisi pohon di sekitar rumah. Jika membutuhkan bantuan pemangkasan, silakan bersurat ke DLH. Nanti akan kami survei terlebih dahulu untuk menentukan prioritas penanganannya, sesuai kondisi di lapangan dan antrean pekerjaan,” jelasnya.

Kepala DLH Kota Banjarbaru, Shanty Eka Septiani, yang turut menyaksikan kegiatan tersebut, menegaskan bahwa keberadaan pohon dan ruang hijau tetap menjadi bagian penting dalam mewujudkan Banjarbaru EMAS.

Menurutnya, penghijauan tidak hanya mendukung keindahan kota, tetapi juga perlu diimbangi dengan pemeliharaan dan penanganan pohon yang berisiko.

“Bagi kami di Dinas Lingkungan Hidup, keberadaan pohon dan tanaman hijau ini mendukung visi Banjarbaru EMAS, khususnya mewujudkan Banjarbaru yang Elok dan menambah keindahan kota. Namun, kondisi pohon juga harus diperhatikan. Pohon yang sudah tua dan lapuk memang perlu dipangkas atau ditebang demi keselamatan,” ujarnya.

Untuk penanganan darurat, termasuk kejadian pohon tumbang, DLH Banjarbaru juga berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Masyarakat dapat melaporkan kejadian tersebut melalui layanan darurat 112.

Melalui koordinasi ini, DLH bersama BPBD dapat segera melakukan penanganan di lapangan. Armada crane juga disiapkan untuk membantu pemotongan dan evakuasi pohon berukuran besar atau tinggi yang membutuhkan penanganan khusus. (Adi/Ald/Zen/MedCenBJB)

Leave a Reply

Your email address will not be published.