DPRD Banjarbaru Bahas Perubahan APBD 2026 dan Tiga Raperda Inisiatif

MEDIA CENTER BANJARBARU – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Banjarbaru menggelar Rapat Paripurna dengan agenda penyampaian Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) dan Nota Keuangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 serta tiga Raperda inisiatif DPRD. Rapat paripurna kali ini Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarbaru diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjarbaru, Sirajoni, di Ruang Graha Paripurna DPRD Kota Banjarbaru, Senin (24/08/2026).

Dalam penyampaian Raperda dan Nota Keuangan Perubahan APBD 2026, Sirajoni menyampaikan bahwa perubahan APBD disusun untuk menyesuaikan kebutuhan masyarakat, kondisi anggaran, serta mendukung program prioritas daerah dan kebijakan pemerintah pusat.

“Untuk mengakomodir setiap dinamika perubahan yang terjadi di masyarakat sebagai kebutuhan yang mendesak dan didasarkan pada kebijakan strategis,” ujar Sirajoni.

Program tersebut antara lain mencakup penguatan sumber daya manusia, pendidikan dan kesehatan, program makanan bergizi gratis, pencegahan stunting dan kemiskinan ekstrem, pengendalian inflasi, pertumbuhan ekonomi, ketahanan pangan, serta pengembangan UMKM.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjarbaru, Sirajoni ketika paparkan sambutan Wali Kota Banjarbaru.

Sirajoni juga berharap pembahasan perubahan APBD dapat dilakukan secara efektif sehingga penetapan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD dapat segera dilaksanakan.

“Diharapkan untuk persetujuan bersama antara pemerintah daerah dan DPRD terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 dapat disepakati dalam waktu yang tidak terlalu lama,” katanya.

Selain perubahan APBD, DPRD Kota Banjarbaru turut menyampaikan tiga Raperda inisiatif, yakni Raperda tentang Pengembangan Budaya Literasi, Raperda tentang Perlindungan dan Pengembangan Lanjut Usia, serta Raperda tentang Penyelenggaraan Toleransi Kehidupan Bermasyarakat dan Penanganan Konflik Sosial.

Ketiga Raperda tersebut masing-masing diarahkan untuk meningkatkan budaya literasi dan minat baca, memperkuat perlindungan serta kemandirian lansia, dan menjaga keberagaman serta kondisi sosial yang kondusif di Kota Banjarbaru. (Hfz/MedCenBJB)

Leave a Reply

Your email address will not be published.