B2SA Go Green 2026, Banjarbaru Bangun Generasi Sehat Melalui Kreativitas Olahan Ikan dan Pangan Lokal

MEDIA CENTER BANJARBARU – Komitmen Pemerintah Kota Banjarbaru dalam membangun generasi sehat dan berkualitas terus diperkuat melalui gerakan nyata. Salah satunya dengan menggelar Lomba Cipta Menu melalui Gerakan Makan Enak, Makan Sehat, Makan B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman) Tingkat Kota Banjarbaru Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Gawi Sabarataan, Kamis (2/7/2026).

Mengusung tema “B2SA Go Green, Dari Dapur Rumah Tangga untuk Bumi dan Generasi Bergizi”, lomba ini bukan sekadar adu kreativitas memasak, tetapi menjadi langkah strategis dalam mempercepat penganekaragaman konsumsi pangan berbasis sumber daya lokal sekaligus meningkatkan budaya gemar makan ikan di tengah masyarakat.

Tahun ini, para peserta yang merupakan kader posyandu dari lima kecamatan di Kota Banjarbaru yakni, Banjarbaru Utara, Banjarbaru Selatan, Cempaka, Liang Anggang, dan Landasan Ulin yang ditantang menyajikan dua kategori menu dengan standar gizi yang telah ditetapkan. Yakni menu untuk ibu hamil dengan kandungan energi 750 kilokalori dan menu balita usia 2–5 tahun dengan kandungan gizi 466,6 kilokalori.

Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Banjarbaru, Wiwin Robiaty, menegaskan bahwa pemahaman masyarakat terhadap pola konsumsi pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) merupakan fondasi penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Lomba ini merupakan implementasi Program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemar Makan Ikan) di Kota Banjarbaru. Melalui kegiatan ini, kami berharap konsumsi ikan masyarakat terus meningkat sehingga mampu mendukung lahirnya generasi yang sehat, cerdas, dan produktif,” ujarnya.

Sementara itu, Staf Ahli Wali Kota Bidang Pemerintahan, Pembangunan, dan Kemasyarakatan, Kemas Akhmad Rudi Indrajaya, yang hadir mewakili Wali Kota Banjarbaru, menegaskan bahwa membangun budaya konsumsi pangan bergizi merupakan bagian penting dari investasi pembangunan sumber daya manusia.

Menurutnya, kebiasaan mengonsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman menjadi salah satu kunci dalam menciptakan masyarakat yang sehat, cerdas, serta mampu bersaing di masa depan.

“Hal ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Banjarbaru dalam mewujudkan Banjarbaru Emas, yaitu Banjarbaru Elok, Maju, Adil, dan Sejahtera melalui pembangunan sumber daya manusia yang unggul,” katanya.

Ia juga menilai lomba tersebut memiliki nilai lebih karena mampu melahirkan berbagai inovasi olahan pangan berbasis ikan yang sehat, menarik, sekaligus bernilai ekonomi.

“Kami berharap hasil lomba ini tidak berhenti hanya sebagai karya saat kompetisi, tetapi benar-benar menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk menerapkan pola konsumsi pangan yang lebih sehat di lingkungan keluarga,” tuturnya.

Setelah melalui proses penilaian, Kecamatan Cempaka berhasil keluar sebagai Juara I dan berhak membawa pulang piala, piagam, serta uang pembinaan sebesar Rp5 juta. Posisi Juara II diraih Kecamatan Liang Anggang dengan hadiah sebesar Rp3,5 juta, sedangkan Juara III diraih Kecamatan Banjarbaru Utara dengan uang pembinaan Rp1,5 juta.

Sementara itu, Harapan I diraih Kecamatan Banjarbaru Selatan dan Harapan II diraih Kecamatan Landasan Ulin, yang masing-masing memperoleh sertifikat penghargaan dan hadiah sebesar Rp1 juta.

Melalui ajang ini, Pemerintah Kota Banjarbaru berharap inovasi menu berbahan pangan lokal, khususnya ikan, semakin berkembang dan mampu menjadi budaya baru di tengah masyarakat. Sebab, menciptakan generasi unggul tidak hanya dimulai dari ruang kelas, tetapi juga dari meja makan yang menghadirkan sajian bergizi, aman, dan berkelanjutan. (Yds/Adi/MedCenBJB)

Leave a Reply

Your email address will not be published.