Pemkot Banjarbaru Godok Rencana Pembangunan Sentra UMKM, Dorong Kampung Purun Jadi Wisata Edukasi

MEDIACENTER BANJARBARU – Pemkot Banjarbaru melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Tenaga Kerja (DISKOPUKMNAKER) adakan Focus Group Discussion (FGD) Rencana Pembangunan Sentra UMKM Kota Banjarbaru yang dihadiri oleh warga dan para pelaku UMKM di kawasan Kampung Purun Kelurahan Palam, pada Senin (19/10/2026).

FGD ini turut menghadirkan Tenaga Ahli Wali Kota dari Tim Ahli Percepatan Pelaksanaan Pembangunan Daerah (TAP2D), Prof. Husaini sebagai narasumber utama untuk membedah potensi, kebutuhan, serta peluang pasar pengembangan sentra ekonomi kerakyatan tersebut.

Kepala DISKOPUKMNAKER Banjarbaru, Sartono dmenyampaikan bahwa kegiatan ini diinisiasi untuk menggerakkan kembali roda perekonomian masyarakat serta menjadikan Kampung Purun sebagai pusat wisata edukasi dalam rangka pelestarian budaya lokal.

“Sehubungan dengan visi misi Banjarbaru EMAS(Elok, Maju, Adil, dan Sejahtera), Ibu Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby konsisten meningkatkan kesejahteraan warga. Sebagian besar masyarakat Banjarbaru bergerak di sektor UMKM. Pemkot Banjarbaru fokus menggerakkan UMKM dalam rangka promosi dan peningkatan kualitas produk melalui berbagai pelatihan dari lintas SKPD,” ujar Sartono.

Kendati demikian, ia tak menampik bahwa tantangan utama yang kerap dihadapi para pelaku usaha mikro adalah minimnya wadah promosi dan penjualan yang terpusat. Oleh karena itu, keberadaan Sentra UMKM nantinya diproyeksikan sebagai etalase utama produk daerah. Saat ini, Pemkot Banjarbaru juga tengah merampungkan studi kelayakan yang bekerja sama dengan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) guna mengkaji kelayakan dari sisi bisnis dan aspek penunjang lainnya.

Sementara itu, Tenaga Ahli TAP2D, Husaini menekankan bahwa sektor UMKM di Indonesia memiliki daya tahan tinggi dan terbukti mampu menyangga ekonomi nasional termasuk saat masa pandemi 2020–2021 lalu. Ia mengingatkan pentingnya daya saing dan identitas yang kuat bagi produk lokal Banjarbaru.

“Menjadi pertanyaan kita bersama, apa yang menjadi ikon dan ciri khas Kota Banjarbaru? Kalau tugu, kita punya Simpang Empat. Lantas, bagaimana dengan produk UMKM-nya?” ujar Prof. Husaini di hadapan para perajin.

Ia juga mendorong para pelaku UMKM untuk melek digital, memanfaatkan teknologi internet dalam pemasaran, serta memberikan nilai tambah pada setiap produk melalui inovasi dan ciri pembeda yang autentik. Menurutnya, berpikir kreatif adalah modal utama, sementara tantangan besar dalam branding dan pemasaran dapat dijawab dengan mengoptimalkan arus informasi digital.

Melalui sinergi antara pemerintah, akademisi, dan para perajin lokal ini pembangunan Sentra UMKM diharapkan tidak hanya menjadi pusat transaksi perdagangan, tetapi juga wadah strategis untuk mengangkat eksistensi produk lokal Banjarbaru agar mampu menembus pasar yang lebih luas.(ade-jongs/MedCenBJB)

Leave a Reply

Your email address will not be published.