
MEDIA CENTER BANJARBARU – Pelatihan boleh berakhir, tetapi aksi perubahan diminta terus berjalan.
Pesan itu disampaikan Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, Sirajoni, saat penutupan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Pemerintah Kota Banjarbaru Tahun 2026 di Aula Kampus I Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Kalimantan Selatan, Jalan Panglima Batur Timur, Kamis (24/9/2026).
PKA Angkatan II Tahun 2026 ini berlangsung sejak 4 Mei hingga 24 September 2026. Sebanyak 40 peserta mengikuti rangkaian pelatihan yang tidak hanya membekali kemampuan kepemimpinan, tetapi juga mendorong peserta menyusun dan menjalankan aksi perubahan di unit kerja masing-masing.
Selama pelatihan, aksi perubahan tersebut disusun dengan melibatkan atasan langsung, rekan kerja, bawahan, hingga pemangku kepentingan terkait. Seluruh peserta juga telah menyusun laporan aksi perubahan yang diseminarkan pada Rabu (23/9/2026).
Sirajoni mengatakan, hasil yang telah dirancang peserta seharusnya tidak berhenti sebagai dokumen setelah pelatihan selesai.
“Jangan berhenti hanya sebagai laporan di atas kertas atau untuk konsumsi evaluasi diklat. Jadikan aksi perubahan tersebut sebagai penggerak transformasi pelayanan di tempat saudara-saudari bertugas,” ujarnya.

Menurut Sirajoni, pejabat administrator memiliki peran penting dalam memastikan kebijakan pemerintah benar-benar berjalan dan dirasakan masyarakat.
Karena itu, visi Banjarbaru Emas, yakni Elok, Maju, Adil, dan Sejahtera, perlu diterjemahkan dalam cara bekerja dan memberikan pelayanan.
Para peserta juga diharapkan tidak hanya mampu menyelesaikan pekerjaan administratif. Mereka diminta melihat apa yang masih bisa diperbaiki, disederhanakan, dan dilakukan agar program pemerintah benar-benar memberi manfaat.
“Sebagai pejabat administrator, saudara-saudari memiliki peran penting dalam memastikan kebijakan pemerintah benar-benar berjalan dan dirasakan masyarakat,” kata Sirajoni.
Selama PKA berlangsung, proses pemantauan dan evaluasi dilakukan oleh fasilitator, coach, mentor, dan penyelenggara. Penilaian akhir mencakup lima aspek, yakni akademik, pembelajaran lapangan, rancangan aksi perubahan, implementasi aksi perubahan, serta sikap dan perilaku.
Penilaian kepemimpinan juga dilakukan dengan memperhatikan aspek sosiometri, meliputi kerja sama, kedisiplinan, dan kepemimpinan yang dinilai oleh dan antar peserta.

Hasil evaluasi menunjukkan 35 peserta memperoleh predikat memuaskan, sedangkan lima peserta lainnya meraih predikat sangat memuaskan.
Penutupan PKA ditandai sejumlah prosesi simbolis, di antaranya pelepasan tanda peserta, penyerahan penghargaan kepada lima peserta terbaik, serta pembacaan ikrar alumni diklat.
Mewakili Wali Kota Banjarbaru, Sirajoni menyampaikan selamat kepada seluruh peserta yang telah menyelesaikan rangkaian pelatihan. Ia juga memberikan apresiasi secara khusus kepada lima peserta terbaik.
Setelah lebih dari empat bulan mengikuti rangkaian PKA, para peserta kini kembali ke unit kerja masing-masing. Aksi perubahan yang telah disusun selama pelatihan diharapkan tidak berhenti pada laporan, tetapi berlanjut dalam pekerjaan dan pelayanan kepada masyarakat. (Ald/Hfz/MedCenBJB)

Leave a Reply